h1

Masih Teringat . . .

July 19, 2006

SUMBERANVILLE, 18.07.06.21.30.pm
(X-urang pindah sini pa ya? Duingiin bangettt..)

Bukh juga lagi sedih niy…
Ngelihat keadaan negeri ini..
Ngeliat sodara-sodara qta…
Kemaren sore, tepatnya sekitar jam 3, pulau jawa di goncang gempa lagi. Kali ini yang parah daerah pantai pangandaran. Mencapai 6,8SR. disusul Tsunami juga… Banyak juga korban yang terbawa arus n belon ditemuin.. udah gitu disusul lebih dari 10X gempa susulan yang lumayan gedhe.. Tadi sore bukh mampir ketempatnya Pak Narto ama Adhit, warung maem yang terletak deket SMA 7. Dy cerita, waktu kejadian kemaren penduduk situ mendengar kayak suara bomb jatuh…BLUMMM..Tapi setelah dicari2 ga ketemu..

Masya4JJI…
Telah nampak kehancuran dunia ini..
Pa bener qta udah berada di masa akhir jaman ya?

masih teringat benar kejadian 27 mei lalu..,
sepertinya baru kemaren..
malemnya bukh nglembur di Dinas Pendidikan mpe jam 2 dini hari. Ndilalahe koq ya ngebyar subuh ga bangun, suara adzan di mesjid yang jaraknya 7 langkah dari kamarq mpe ga ndenger. …
Tiba2 bukh dibangunkan dengan suara atap kamar yang ‘ting kretekkk’,
mengerikan sekali.
Kontan saja bukh bangun n meloncat dari tempet tidur.
Bukh mencoba berdiri.
Tapi kaki ini rasanya susah bangett untuk berdiri tegak.
Bumi ini seperti bergoncang.
Bukh mencoba lari keluar rumah, mencari kunci, menyelamatkan diri ma adeq.
“Laa haulaa walaa quwata illa billaaahh…”
“Allahu Akbar !!!”

Kala itu rasanya dunia seperti mo’ kiamat..
Hati ini langsung inget ma dosa2 yang pernah bukh perbuat..
Apa hari ini waktunya bukh di ambil ma Yang Maha Kuasa..
Bukh takut banget..
Bukh ngeliat tiang listrik terombang-ambing dan kabel2nya saling mengeluarkan bunga api..
Genting2 rumah rontok..
Pohon2 bergoyang..
Bangunan tembok rumah tetangga sebelah barat rumahku rubuh..
Suara gemuruh yang mengerikan..
Kulihat adikkq,
kudekap erat dia yang mulai menangis..
Ibu..
Bapak..
Dimana kalian..
Yang terlihat Bulikku yang (maaf) masih pakai daleman habis mandi,
mendekap erat pakmanku di samping timur rumah..
meneriakkan lafaz..
Allahu Akbar.. Allahu Akbar…

57 detik ketika itu rasanya lamaaa banget..

Dan Alhamdulillah semua keluargaku masih diberi perlindungan ama Yang Maha Kuasa..

Awalnya bukh, ngira ini gempa dari Gunung Merapi yang kala itu lagi aktif2nya..
Bahkan setelah kejadian itu kita masih melakukan kegiatan seperti biasa,
Bukh masih nganter adeq ke sekolah,
Jam setengah 8 pagi bukh pamit berangkat kuliah. Kebetulan hari itu masih pagi.
Kita masih ndak tau apa yang terjadi..
Baru nyampe’k per4 Ngampilan, dari arah selatan bukh melihat orang2 membunyikan klakson, menyalakan lampu depan mobil, jalanan penuh banget ma kendaraan.. suasana kacau sekali..
Bukh masih bingung..
Baru ketika ada orang berteriak..
“aer naiik.. aer naeeek…!!!”
“Tsunamii…”

Kontan bukh langsung inget ma keluarga.
Bukh mencoba berbalik arah. Udah susah banget dengan kendaraan yang dari arah selatan. Susah banget..
Bukh ikut panik..
Jananan udah kelihatan kacau waktu itu
Suasana berubah mencjadi mencekam…
Akhirnya, dengan susah payah mpe juga di pintu masuk kampung..
Kulihat orang berhamburan keluar rumah,
Para simbah-simbah dan ibu2 udah diangkuti naik ke mobil pick up..
Orang2 mulai menyelamatkan diri…
Kudapati Keluargaku..
Bapak, Ibu, Adikq..
kami memilih berdo’a di dalam masjid..

Apakah ini tanda-tanda kehancuran dunia???

Jadi inget ramalannya Radja Joyoboyo. Dia pernah bilang suatu saat nanti ada Besi bisa Terbang, & Bumi ini akan akan memakai sabuk. Ternyata ramalan itu ada benarnya di jaman ini. Besi terbang maksudnya pesawat terbang, sedangkan sabuknya bumi artinya rel kereta api. Ia Juga meramalkan suatu hari nanti, Pulau jawa akan terbagi dua timur dan barat, seperti jawa dan kalimantan yang dulunya jadi satu..
Wallahua’lam…

Sepertinya orang-orang telah salah tafsir dengan ajaran Sunan Kalijogo. Mereka mulai memasang janur kupat, di depan pintu rumah. Mengikat kaki dengan janur kuning. Mereka berharap dengan melakukan ritual ini bisa mencegah mereka dari malapetaka. Tolak bala’.

Ketika aku tanyakan kepada Bapak maksud dari ritual itu, diterangkan bahwa ternyata maksud dari sunan Kalijogo, kita tuh musthi memasang ‘janur’ di rumah kita, tempat berlindung kita bukan janur dalam arti lahiriah. Janur disini singkatan dari sejatining nur. Cahaya diatas cahaya. Dzat yang maha Kuasa. Dzat Yang Maha Memberi Perlindungan kepada hamba-Nya. Tidak lain, dan tidak bukan adalah
4JJI SWT..

Semoga kita masih dalam lindungan-Nya…
Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: